
Selain itu, mengonsumsi makanan organik juga jauh lebih sehat dibanding makanan konvensional. Sebab,Makanan organik tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
Berikut beberapa manfaat mengonsumsi sayuran organik
1.Melindungi kesehatan jantung
Meningkatnya lama waktu merumput sapi, meningkatkan jumlah CLA atau asam linoleat konjugasi. Ini adalah asam lemak jantung sehat yang dikenal bisa meningkatkan kesehatan kardiovaskular.
2.Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Tanaman rekayasa genetika dikenal dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan angka kelahiran, disfungsi seksual, kanker dan kepekaan terhadap alergen. Karena itu, pilihlah makanan organik untuk dikonsumsi, agar sistem kekebalan tubuh terjaga.
3.Resistensi antibiotik
Sumber makanan non-organik ditemukan memiliki antibiotik di dalamnya. Hal ini bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh akibat overdosis antibiotik. Karenanya, mengonsumsi makanan organik akan banyak membantu Anda.
4.Untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan
Makanan organik tidak disiapkan dengan menggunakan pupuk kimia. Makanan organik tidak mengandung bahan kimia sama sekali sehingga harus dimasukkan dalam menu diet harian Anda.
Ciri Buah dan Sayur Organik yang Berkualitas, Jangan Sampai Salah!
Praktisi kesehatan memang menganjurkan masyarakat untuk lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur ketimbang mengonsumsi daging merah. Terlebih lagi mengonsumsi sayuran dan buah-buahan organik yang memang memiliki kandungan gizi yang lebih banyak.

Bahkan, Saat ini masyarakat banyak mengonsumsi produk organik, bisa dilihat dari meningkatnya produk organik dari tahun ke tahun. Tak hanya mengonsumsinya, tetapi Anda juga harus dituntut mengenali ciri buah dan sayuran organik dengan kualitas yang sangat baik.
Pasalnya, terdapat beberapa penelitian yang mengungkapkan Pendapat yang berbeda-beda. Hal ini tentu saja membuat masyarakat menjadi bingung.
Ketika Anda bingung membeli sumber pangan organik, ahli nutrisi di bidang pertanian berkelanjutan dan sistem makanan dari Amerika Serikat, Anna Rossinoff menyarankan masyarakat sebaiknya tidak memilih buah dan sayur berkulit tipis.
“Buah dan sayur yang memiliki kulit tipis lalu ditanam secara konvensional mengandung banyak pestisida,” ungkap Rossinoff seperti melansir Huffington Post. Hal ini karena kandungan pestisida yang terlalu banyak pada buah dan sayur terkait dengan cacat neurologis, kanker, dan kondisi mengancam jiwa lain seperti diungkap dalam berbagai penelitian.
Menurut Rossinoff terdapat 12 buah dan sayur yang paling banyak mengandung residu kimia dan penting untuk membelinya secara organik, yaitu : apel, buah persik, nektarin, stroberi, anggur, seledri, bayam, paprika, mentimun, tomat ceri, kacang polong, dan kentang.
Namun, jika Anda merasa sayang membeli produk organik terkait dengan harga mahal, mengupas kulit direkomendasikan oleh Rossinoff. Dan, tentu saja mencuci hingga bersih di bawah aliran air diharapkan dapat membuang kandungan pestisida.
“Aneka studi menemukan menggosok sayur dan buah dengan air dapat menghilangkan sebagian besar bahan kimia,” tutup Rossinoff.
Cara membudidayakan sayuran dan buah-buahan organika adalah sebagai berikut.
Pertama-tama sediakan lahan untuk membudidayakan sayuran dan buah-buahan. Kemudian lahan tersebut dibuat bedengan. Buatlah bedengan sesuai dengan lahan yang Anda punya.
Kemudian sediakan pula pupuk kandang.
Setelah itu, pupuk kandang ditaburkan di atas tanah bedengan tersebut. Kemudian campur menjadi satu antara tanah bedengan dengan pupuk kandang yang telah ditaburkan.
Beri sekam. Sekam dapat dibuat sendiri atau dibeli di toko tanaman.
Setelah itu barulah benih bisa ditebarkan. Dan rawatlah tanaman sayuran organik dengan baik.
Ada beragam jenis sayuran organik yang bisa Anda budidayakan dengan menggunakan teknik pertanian organik.
Beberapa jenis sayuran dan buah-buahan organik tersebut bisa Anda gunakan untuk dibudidayakan. Apa-apa saja jenis sayuran organik itu?
Jenis-jenis sayuran organik diantaranya adalah sebagai berikut. Untuk macam-macam sayuran organik lampirkan dibawah ini :
1. Alpukat
2. Bayam hijau
3. Bayam jepang (murashaki)
4. Bayam merah
5. Beras Organik – ciherang
6. Bit
7. Brokoli
8. Buncis
9. Cabai besar
10. Cabai keriting
11. Cabai rawit
12. Caisim
13. Daun bawang
14. Daun sledry
15. Horinsho / Poiling
16. Jagung manis
17. Jagung sayur / putren
18. Kacang edamami
19. Kacang jogo
20. Kacang kapri
21. Kacang panjang
22. Kacang tanah
23 Kailan
24. Kangkung
25. Kembang kol
26. Kentang
27. Kol
28. Labu Siam
29. Lobak
30. Pakcoy
31. Pisang Ambon Lumut
32. Sawi pahit
33. Sawi putih
34. Selada keriting hijau / merah
35. Selada lektus
36. Singkong
37. Siomak
38. Strawberry (Per pack plastic box)
39. Talas bogor
40. Terong ungu
41. Timun
42. Tomat
43. Ubi merah
44. Wortel
Semoga bermanfaat ya gays....Terimakasih gays..
No comments:
Post a Comment